Kami Bukan Teroris
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki". [Al Qashash/28 : 56].

HATI YANG LAIN DIURUS, HATI KITA …

Kadang kita mudah menuduh hati orang lain …

“Dia paling riya … Ingin pamer …”

INGAT …

Jika mengurusi perkara hati diri sendiri saja cukup menyita waktu, lantas bagaimana seseorang masih sempat menyibukkan dirinya dengan perkara hati orang lain?

Ibnul Qayyim berkata:

“Aku pernah bertanya perihal ini (was-was dengan penyakit hati, -pent) kepada beberapa guruku, maka salah seorang dari mereka menjawab, “Perumpamaan penyakit-penyakit hati itu seperti ular dan kalajengking yang bertebaran di sekitar para pengguna jalan. Jika ia sibuk memeriksa setiap jengkal dari jalan yang ia lalui, lalu membunuhnya satu-persatu, maka ia tak akan pernah sampai tujuan. Oleh karena itu, jadikan lah perjalananmu itu sebagai target utama, dan palingkan wajahmu dari mengurusi hal-hal seperti itu. Akan tetapi, bila suatu waktu keduanya tiba-tiba menghalangi jalanmu, baru lah saat itu Kau bunuh, lalu lanjutkan lagi perjalanmu.”

Hati-hati menuduh hati yang lain, sibukkanlah memikirkan aib pada diri sendiri. Aib kita masih terlalu banyak.

Sumber: ‘Amalul Qalbi Al Faridhah Al Ghaibah

Bacaan dari Muslim.Or.Id di sini: https://muslim.or.id/26351-menuduh-orang-lain-telah-riya.html

NASIHAT UNTUK HATI KAMI YANG LEMAH.

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel ini dipublikasikan oleh http://www.hidayahsunnah.com.